Memasuki kuartal kedua tahun 2026, TSI-Prigen Conservation Breeding Ark (PCBA) kembali melaporkan sejumlah pencapaian penting dalam upaya pelestarian satwa eks-situ. Melalui dukungan berbagai mitra seperti KASI, ZGAP, dan Taman Safari Indonesia, pembaruan musim panas ini menyoroti keberhasilan perkembangbiakan dan rehabilitasi beberapa spesies yang paling terancam punah di Indonesia.
Pencapaian Konservasi Burung Berkicau (Songbirds): PCBA mencatat perkembangan populasi yang signifikan, termasuk keberhasilan membesarkan lima anakan Larwo Shama (Copsychus omissus) dan dua Kangean Shama (Copsychus nigricauda). Selain itu, penetasan seekor Wangi-Wangi White-eye (Zosterops paruhbesar) dan keberhasilan luar biasa membesarkan dua ekor Javan Blue Flycatcher (Cyornis banyumas) yang kritis terancam punah menandai tonggak sejarah baru dalam fasilitas ini.
Perkembangan Konservasi Mamalia: Program pelestarian mamalia juga menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Lahirnya dua ekor betina Javan small-toothed palm civet (Arctogalidia trivirgata trilineata) semakin memperkuat populasi satwa endemik Jawa ini. Di saat yang bersamaan, program penyelamatan Trenggiling Sunda (Manis javanica) menerima tambahan dua individu baru yang diserahkan oleh BBKSDA Jatim, memperkuat fondasi program pengembangbiakan untuk pelestarian jangka panjang spesies tersebut.
Survei Lapangan dan Edukasi: Di lapangan, tim PCBA melakukan observasi intensif di Pulau Buton dan Kabaena. Pemasangan kamera jebak (camera trap) dan survei ke desa-desa dilakukan untuk memantau populasi Anoa dan Babi Kutil (Warty Pig), sembari merancang program edukasi konservasi yang menargetkan anak-anak sekolah yang hidup berdampingan dengan habitat satwa liar tersebut.